Kembali ke atas
Artikel
THE ANNUAL SOCIAL SERVICE-PLUS PROGRAM OF SMA NEGERI 3 MALANG - "BEDHOL BHAWIKARSU"
Written by Hariyanto (Chemistry Teacher of SMA Negeri 3 Malang)
A.BACKGROUND OF THE PROGRAM
Technology does not always influence to the young generation positively, although in the globalization era, the role of technology is very important in life. For example, besides the technology make their life easily and practically, but the technology also makes they are being dependence and preoccupied with technology, so they will behave negatively; being egocentric; and not socialize with others, especially with unlucky people surround them. For resisting the case, so the educational institutions have to promote the seven basic goods, that is life; truthful knowledge; friendship; beauty; skilful play; religion; and practical reasonableness (morally sound), especially friendship; religion; and practical reasonableness (morally sound). The students are demanded to aware with the external environment (practical reasonableness); the students also are demanded to socialize with community (friendship) and implement the religion doctrine in their daily activities (religion). Therefore, the students are d emanded to contribute and aware in overcoming the various problems of life. So, educational institutions can produce the students which have integrated and multi-intelligence, intelligence of quotient (IQ); emotional quotient (EQ); and spiritual quotient (SQ).
READ MORE (download article - PDF)
|
|
Berita Bedhol
Kembali ke atas
Survei Akbar - 10 November 2008
 Salah satu gapura di Dusun Kecopokan - foto: wsw
Di hari Pahlawan, 10 November 2008, hampir seluruh panitia terjun ke lokasi Bedhol Bhawikarsu 2008 di Dusun Kecopokan Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, untuk melaksanakan kegiatan survei akbar Bedhol Bhawikarsu 2008. Seluruh tim survei berangkat dari SMAN 3 Malang sekitar pukul 10.30 dengan berkendara sepeda motor, mobil pribadi dan mobil milik SMAN 3 Malang. Sekitar pukul 11.30 seluruh tim telah berkumpul di Balai Dusun Kecopokan. Sekitar pukul 12.30 Ketua Panitia siswa, Angger membuka rapat koordinasi dan seluruh panitia mulai bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
 Ketua Panitia Siswa, Angger, memberikan pengarahan dengan didampingi perangkat dusun Kecopokan - foto: wsw
 Ketua Panitia Guru, Pak Alfan terus berkoordinasi dengan panitia lainnya - foto: wsw
 Panitia pemondokan berkoordinasi dengan perangkat dusun - foto: wsw
Kegiatan survei diisi dengan fixing lokasi jelajah desa, lokasi acara-acara dan lokasi pondokan seluruh siswa, guru dan karyawan, serta penyerahan biaya konsumsi dan akomodasi bagi induk semang yang rumahnya digunakan untuk pondok. Sayangnya karena cuaca sangat deras, banyak kegiatan yang sedikit terhambat, dan seluruh panitia baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30. Kegiatan survei pamungkas akan dilaksanakan pada hari Rabu, 12 November 2008, atau sehari menjelang hari H Bedhol Bhawikarsu. (wsw)
Kembali ke atas
Bedhol Hari Pertama - 13 November 2008
 Seluruh siswa menuju bus dan truk setelah apel pemberangkatan - foto: wsw
Kamis, 13 November 2008, seluruh peserta Bedhol Bhawikarsu 2008 (BB08) memulai kegiatan dengan melaksanakan apel pemberangkatan yang dilangsungkan pada pukul 06.30 di Lapangan Basket SMAN 3 Malang. Sekitar pukul 08.00 seluruh peserta telah memasuki kendaraan (truk dan bus) yang telah disiapkan dan selanjutnya seluruh peserta mulai diberangkatkan menuju Kecamatan Sumberpucung.

 Pemberangkatan peserta menggunakan bis dan truk - foto-foto: wsw
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, seluruh rombongan mulai memasuki gerbang Dusun Kecopokan, tidak menunggu waktu lama, beberapa perwakilan siswa mulai memasuki Lapangan SD Negeri IV untuk mengikuti apel penyambutan. Upacara dipimpin oleh Pak Achmad Supriyadi, mewakili Bapak Kepala Sekolah yang pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir karena ada tugas di Dinas Pendidikan. Dalam pesannya, Pak Pri mengingatkan para siswa agar selalu menjaga sikap dan tidak merasa sebagai "bos", karena pada dasarnya peserta BB08 adalah tamu, yang harus menghormati warga Dusun Kecopokan. Sementara itu, Kepala Desa Senggreng mengucapkan selamat datang bagi seluruh peserta BB08 dan tak lupa mengingatkan para peserta untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya BB08 di Dusun Kecopokan Desa Senggreng.
 Gapura masuk Dusun Kecopokan - foto: wsw

 Rombongan truk tiba di Dusun Kecopokan, dan para siswa mulai turun dari truk - foto-foto: wsw
 Suasana apel penyambutan di lapangan SDN IV Senggreng - foto: wsw
Belum banyak kegiatan yang dilangsungkan setelah apel, para peserta mulai mengakrabkan diri dengan warga desa, dan sebagian yang lain mulai mengerjakan tugas portofolio yang diberikan di sekolah. Pukul 16.00 dilangsungkan pertandingan voli persahabatan antara tim voli SMAN 3 vs tim voli warga Kecopokan. Kalah pengalaman, kedua tim Bhawikarsu, putra maupun putri, harus mengakui keunggulan tim Kecopokan.
 Tim voli putra SMAN 3 (kostum biru) menghadapi tim voli putra Kecopokan - foto: wsw
 Peserta BB08 antusias menyaksikan pertandingan persahabatan - foto: wsw
Waktu yang cukup longgar pada sore hari dimanfaatkan para peserta untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang mungkin jarang mereka lakukan di Kota Malang, seperti meminjam sepeda milik induk semang dan bersepeda keliling desa, hasilnya adalah beberapa insiden akibat kurang terbiasa, seperti beberapa kecelakaan kecil seperti jatuh, terpeleset akibat jalanan licin. Sementara kegiatan bedhol ini ternyata juga diikuti oleh tim logistik andalan siswa SMAN 3 seperti Pak Pit lengkap beserta rombong dan baksonya, hingga Mas penjual teh botol dan cilok yang biasa mangkal di depan sekolah.
 Pak Pit on Bedhol - foto: wsw
 Pak "teh botol" juga tak ketinggalan berpartisipasi - foto: wsw
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan denga malam keakraban, berupa pemutaran film "Denias" yang dilangsungkan di Pelataran Posko Panitia. Hujan gerimis tidak menghalangi meriahnya acara. Sementara itu, berita duka datang dari salah satu warga yang bertempat tinggal di region B. Beberapa panitia dan guru pun ikut hadir dan mengucapkan belasungkawa, sementara itu, karena Almarhumah beragama Katolik, maka pada saat kegiatan kerohanian Katolik, diselenggarakan pula doa bersama yang dipimpin oleh Pak Paulus.
 Meskipun gerimis, peserta dan warga tetap antusian menyaksikan "Denias" - foto: wsw
 Kegiatan Kerohanian Katolik di Gereja Santo Petrus Dusun Kecopokan - foto: wsw
 Kegiatan survei Jejepit - foto: wsw
Sekitar jam 12 malam, kegiatan hari pertama ditutup dengan jejepit, yang dilangsungkan untuk menguji ketelitian dan keberanian peserta menyusuri rute yang telah ditetapkan oleh panitia. (wsw)
|